Ahad, 16 Disember 2012

Cinta Dan Perkahwinan

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya boleh menemukannya?


Gurunya menjawab,"Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, ertinya kamu telah menemukan cinta" Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"

Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan masa berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak ku ambil ranting tersebut.

Ketika ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusedari bahawasanya ranting-ranting yang ku temukan kemudian tak sebaik dan secantik ranting yang tadi, jadi tak ku ambil sebatang pun pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab "Jadi itulah yang dikatakan cinta"

Pada hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya boleh menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, kerana ertinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-sederhana saja, tidak terlalu lurus batangnya. Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"

Plato pun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan ku rasa tidaklah buruk sangat, jadi ku putuskan untuk menebangnya dan membawanya ke sini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya" Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan itulah yang dikatakan perkahwinan"


(^_^)...moral...
Oleh itu carilah cinta dan dapatkan perkahwinan. Kerana kita tidak mungkin memperoleh sebenar seperti yang kita impikan. Hidup ini hanya kesempatan yang sedikit dan sementara. Tidak mungkin akan terpenuhi segala yang kita mahu. Terimalah seadanya apa yang Allah dah tentukan untuk kita..~
Kisah Tauladan~

Sabtu, 15 Disember 2012

kisah wanita muslimah berpurdah yang membeli-belah



Diceritakan seorang wanita muslimah berpurdah sedang membeli-belah di salah satu pasaraya di Perancis.

Setelah selesai mendapatkan barang-barang yg dicarinya, dia segera pergi ke kaunter utk
 membayar. Kebetulan cashier yang ditujunya adalah seorang wanita keturunan Arab yg berpakaian tdk menutup auratnya.

Cashier tersebut memandang wanita berpurdah itu dgn pandangan mengejek, kemudian dia mulai mengira nilai barang belanjaan wanita tersebut sambil melemparkannya dgn kasar ke atas meja.

Namun wanita berpurdah itu tdk terpengaruh dgn provokasi wanita cashier itu, dia tetap tenang, bahkan sangat tenang, hingga membuat wanita cashier semakin geram dan tidak dapat lagi menguasai diri, lalu berkata dengan nada memperlekehkan, "Kita mempunyai berbagai masalah dan permasalahan di sini, purdah kamu ini adalah salah satu masalah. Kita datang ke sini untuk mencari duit, bukan untuk pamer agama maupun sejarah. Kalau kamu mau menjalani agama atau mengenakan purdah, pergilah sana ke negerimu dan jalani agamamu sesukamu."

Wanita berpurdah itu berhenti memasukkan barang belanjaannya ke dalam troli, lalu memandang wanita cashier tersebut...

Dia membuka purdahnya dan ternyata dia adalah wanita kulit putih, dgn sepasang mata biru, lalu dia berkata, "Aku adalah wanita Perancis asli, begitu pula ayah dan nenekku. Ini adalah Islam-ku dan ini adalah negeriku. Kamu telah menjual agama kamu, sementara kami membelinya.

Subhanallah...

Allah Ta'ala berfirman, ertinya, "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami adalah Allah', kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada keraguan terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita." (QS. Al-Ahqaaf: 13)

TAMPAR PIPI, TANYA IMAN… :-)


Khamis, 13 Disember 2012

wanita...

Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya.


WANITA ITU SEDERHANA..
Ia hanya ingin dihargai oleh lelaki yang dicintainya.
Ia hanya ingin dijaga kehormatannya oleh kekasih halalnya.
Ia hanya butuh ketulusan dan kasih sayang yang sesungguhnya.
WANITA ITU KUAT..
Ia mampu tetap tersenyum kala teriris hatinya.
Ia mampu tetap berharap walau terkadang hanya kebohongan yang didapatkan.
Ia mampu tetap bertahan kala tak sanggup lagi hatinya menanggung beban.

WANITA ITU PENYEMANGAT..
Ia dapat menjadi pendukung sejatimu seumur hidup.
Ia mampu membuat semangatmu kembali menyala ketika engkau mencuba menyerah.
Ia akan tetap mendukungmu untuk terus berjuang dengan belaian kasih sayangnya.

WANITA ITU MUDAH MEMAAFKAN..
Ia akan memaafkan ketika engkau mencuba membohonginya.
Ia akan memaafkan ketika engkau mencuba menduakan cintanya.
Ia akan memaafkan ketika engkau mencuba memarahinya.
Ia akan selalu memaafkan bahkan ketika khilafmu sudah teramat besar kepadanya.

BUKAN KERANA IA BODOH..
Melainkan kerana besar harapannya agar engkau kembali pada jalan yang benar.

BUKAN KERANA IA LEMAH..
Melainkan kerana kekuatan kasih sayang yang ingin ia tunjukkan agar engkau tetap bahagia.

Wanita diciptakan dari tulang rusukmu wahai kaum Adam.
Maka jagalah kehormatan mereka.
Naikkanlah derajat mereka.
Mereka diciptakan untuk hidup berdampingan denganmu.
Mereka tidak ingin berada diatasmu tapi ingin selalu di sampingmu.

Maka hargailah wanita..
Muliakanlah mereka semulia akhlakmu yg engkau contohkan.
Cintailah mereka seperti mereka yg selalu setia mencintaimu.
Bersikap lembutlah kepada mereka kerana mereka adalah bagian dari ragamu.

Dan bimbinglah mereka agar mendapatkan tempat terhormat di sisi Allah iaitu menggapai Ridha_Nya.


Jom Tahajud =)


Mari kita hayati Firman Allah dalam surah al-Israk ayat 79 yang bermaksud: ''...dan bangunlah dari sebahagian pada waktu malam serta kerjakanlah sembahyang Tahajud padanya sebagai sembahyang tambahan bagimu . Semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkan kamu pada hari akhirat di Tempat Terpuji .''

Kurniaan di dunia:
- Jauh dari segala penyakit
-Lahir kesan taqwa pada wajahnya
-Dikasihi sekalian mukmin dan seluruh makhluk
-Percakapannya mengandungi hikmah
-Dikurniakan kekuatan dan diberi rezeki dalam agama (halal dan diberkati)


Kurniaan di akhirat:-

-Dibangkitkan dari kubur dengan wajah yang berseri-seri
-Dipermudahkan hisab
-Cepat melalui titian sirat al-Mustaqim seperti kilat
-Diserahkan suratan amalan pada hari akhirat melalui tangan kanan .

-----
Jom Tahajud =)
~NNF~

|PELURU KEMATIAN|


Pernahkah kau bayangkan wahai saudaraku, ketika dirimu berada di hadapan KEMATIAN? Malaikat maut tepat berada di atas kepalamu, nafasmu tersengal, mulutmu terkunci, anggota badanmu lemas, matamu terbelalak, di sekitarmu penuh dengan tangis dan air mata, nyawamu meregang, namun kau tak dapat menghindarinya.

Saat itu, telah datang ketentuan Allah untukmu, Jiwamu meregang lalu nyawamu diangkat ke langit. Kebahagiaan atau kesengsaraankah yang akan kau dapat???

Pernahkah engkau memikirkan SAAT-SAAT KEMATIAN sedangkan engkau tetap dalam keadaanmu saat ini?
Lebih mencintai hawa nafsu daripada akhiratmu?
Lebih menyukai gelak tawa yang melalaikanmu dari rasa takut kepada Allah daripada memikirkan akhiratmu?
Lebih mencintai harta yang kau dapatkan dari pekerjaan yang mendatangkan kemurkaan Allah daripada keselamatan akhiratmu?
Lebih mencintai istri atau anak-anak yang membangkang (durhaka) kepada Allah daripada mengutamakan keridhaan-Nya?
Lebih mengutamakan melanggar larangan-Nya daripada mentaati-Nya?
Mengaku cinta kepada-Nya tapi mengutamakan selain-Nya?

Boleh jadi dirimu akan berkata dalam hatimu :
"Tentu saja saat itu aku akan mengucapkan LAA ILLAAHA ILLALLAH."

Tidak mungkin, wahai saudaraku, jika engkau masih tetap lalai dari kebenaran (untuk mengamalkannya) hingga tiba saat-saat kematianmu. Engkau tidak akan mampu mengucapkannya, bahkan dirimu akan berharap agar dihidupkan kembali, atau diberi kesempatan sekali lagi.

Saudaraku, tahukah engkau bila hari kematianmu? Di mana engkau akan mati? dan bagaimana kau akan mati? Demi Allah, engkau tidak akan tahu dan engkaupun takkan pernah boleh mengetahui bahawa hari esok masih ada untukmu!

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
"... Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." [Al Mu'minuun: 99-100]

Tatkala Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berada di ambang kematian, tiba-tiba beliau MENANGIS. Orang-orang bertanya: "Apa yang membuatmu menangis?" Beliau menjawab: "Jauhnya perjalanan, sedikitnya perbekalan dan banyaknya aral rintangan. Sementara tempat kembali bisa ke Jannah, bisa juga ke Naar."

Subhanallah! Kalau salah seorang sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu saja masih TAKUT dan MENANGIS ketika menghadapi kematian, bagaimana kita yang miskin ilmu, amal dan dzalim ini merasa siap menghadapi kematian?

Wahai saudaraku para hamba Allah yang sedang meniti jalan menuju Rabbnya..
Janganlah luasnya rahmat dan ampunan Allah menjadikan kita MERASA AMAN dari siksa dan adzab-Nya.
Janganlah kita merasa bahawa segala amalan yang kita kerjakan PASTI DITERIMA oleh-Nya, siapakah yang boleh menjamin itu semua? Adakah garansinya akan hal itu saudaraku.

Ketahuilah saudaraku bahawa ...
"Rosaknya hati adalah kerana MERASA AMAN (dari adzab Allah)...."

Saudaraku...
Teruslah menuduk dalam ketertundukan diri, dalam takutnya diri, dalam pengharapan diri akan Rahmat, Reda dan Ampunan-Nya.

kekayaan dalam kemiskinan


Suatu hari, seorang bapa dari sebuah keluarga yang kaya raya membawa anak lelakinya ke dalam sebuah kampung dengan tujuan menunjukkan kepada anaknya itu kehidupan orang-orang miskin. 
Mereka bermalam selama beberapa hari di sebuah ladang yang didiami oleh golongan yang sangat miskin.

Di dalam perjalanan pulang, 
si ayah bertanya kepada anaknya, 

"Macam mana percutian kita kali ni?"

Si anak menjawab, "Menarik dan hebat, ayah,"

"Kamu sudah melihat sendiri bagaimana susahnya kehidupan mereka yang tidak berharta?"

"Ya,"

Bertanya lagi si ayah, 
"Jadi, apa yang kamu dapat kali ni?"

Lalu si anak tadi memberikan jawapan yang agak panjang,

"Kita ada kolam yang terletak di tengah-tengah taman tetapi mereka mempunyai sungai yang tidak berpenghujung. 
Kita ada lampu yang diimport di taman kita tetapi mereka ada bintang-bintang di langit pada waktu malam. 
Keluasan tanah kita sehingga ke halaman hadapan tetapi mereka mempunyai keluasan sehingga ke kali langit,"

"Kita tinggal cuma di atas tanah yang kecil sedangkan mereka mempunyai padang yang sangat luas saujana mata memandang. 
Kita ada pembantu untuk membantu kita tetapi mereka memberi pertolongan, bukan meminta. 
Kita membeli makanan kita tetapi mereka menanam sendiri makanan mereka. Kita ada dinding sahaja untuk melindungi kita sedangkan mereka mempunyai sahabat handai yang melindungi mereka,"

Si ayah terdiam mendengar jawapan anaknya. 
Si anak tersebut kemudiannya berkata, 
"Terima kasih, ayah, kerana menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita.




malu-hati seorang muslimah

ia berdegup laju
rentak irama sudah tidak sekata
hati menjadi tidak menentu

Ya Allah...
tenangkan..tenangkan..tenangkanlah
kaki melangkah menjauh
sedaya upaya menjauh
bukan kerana sombong
bukan kerana buat-buat tidak mengenali
tetapi hanyalah kerana
ketidak tenangan sedang berkecamuk
di ruang taman hati

Ah! sudah jauh
sudah dielak
namun hati terpaut lagi

Ya Allah...
diri sedang diperhati
ada mata yang sedang memandang
aduhai hati
ia berombak kuat lagi

Ya Allah...
mengapa hati terasa sedebar ini
terasa ingin menjauh lagi

Alhamdulillah..
 tiada  lagi kalibat itu
tiada sudah pandangan mata tadi
hati kembali tenang

Allahuakbar...
terlalu hebatNya Allah
hati semakin bergetar hebat
semakin mahu menjauh
semakin ia datang mendekat
mata itu kini terlalu hampir
kelibatnya sudah berada di hadapan

Allah...
kaki sudah terpaku
tidak berdaya mahu menjauh
sepatah ditanya
sepatah dijawab
huluran senyuman dijawab dengan debaran
hati makin tidak menentu
hati membentak-bentak mahu menjerit
mahu keluar dari situasi ini
tidak mahu menerus perbualan lagi
malu terlalu tebal kini
malu..
dan terlalu malu..
kerana hati ini hati seorang muslimah...